Selamat datang di Web PKS Giriwoyo

Partai Ideologis akan Menjadi Pemenang Pemilu 2014

Selasa, 05 Februari 20130 komentar

image Mencermati kondisi perpolitikan nasional akhir – akhir ini, rasa – rasanya semakin kesini semakin menarik untuk disimak, semakin seksi ketika isu parpol dan Pemilu diangkat menjadi bahan berita. Isu konspirasi, isu korupsi, perpecahan Parpol, agresivitas media massa, dan berbagai hal seputar dinamisasi perpolitikan nasional menjadi isu hangat yang perlu kita simak bersama. Bagi saya pribadi, sebagai warga negara Indonesia yang baik, perlu kiranya turut urun rembug dalam bentuk tulisan, terkait kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi, semenjak saat ini, hingga pemilu 2014 digelar, April tahun depan.

Beberapa fakta menarik seputar dinamisasi perpolitikan nasional tersebut saya coba rangkum dalam beberapa hal. Yang pertama adalah isu seputar Parpol menjadi semakin seksi diperbincangkan banyak pihak. Contoh kecil adalah seputar tulisan saya di kompasiana dulu, yang waktu itu sempat menjadi tulisan fenomenal saya sepanjang bergabung di kompasiana, tentang kepedulian PKS saat banjir. Dalam tulisan tersebut, ada 308 Retweet dan sekitar 6000 pembaca. Pun demikian ketika Partai Nasdem terkena kasus keretakan internal, banyak media yang berseberangan dengan ‘pendukung’ nasdem mengangkatnya habis – habisan.

 

Yang paling fenomenal adalah yang terbaru, beberapa hari yang lalu. Ketika secara tiba – tiba KPK menetapkan Luthfi hasan Ishaq, Presiden PKS, sebagai tersangka kasus impor daging sapi. Semua media massa menjadikan isu ini headline. Bahkan media massa, dengan kepentingan mereka masing – masing tentunya, menjadikan pemberitaan PKS ini menjadi berita utama. Bahkan saat PKS mengumumkan presiden penggantinya, Anis Matta dilantik, TV One menyiarkan secara langsung prosesi tersebut.

Yang kedua adalah tentan ramalan 2014, bahwa tahun 2014 adalah tahun kebangkitan Partai Ideologis. Mengapa demikian? saya kira perlu kiranya, saya disini sebagai seorang pengamat kecil – kecilan, yang tertarik dengan isu politik, mencoba memberikan gambaran bahwa Pemenang 2014 adalah Partai Politik yang terus saja fokus untuk bergerak dengan identitas dan ideologi yang jelas. Partai Politik yang concern terhadap penguatan internal, serta fokus kepada pelayanan masyarakat, akan menjadi pemenang Pemilu. Nah, untuk hal ini, saya memprediksi ada 3 Parpol yang kemungkinan besar akan menjadi 3 besar Pemilu 2014.

Partai yang pertama adalah PDI Perjuangan. PDI Perjuangan adalah Partai ideologis yang terus menyuarakan ideologi sosialis-nasionalis. Partai ini walaupun saat ini berlaku sebagai oposisi bagi pemerintahan SBY-Boediono, memiliki basis massa yang militan ditingkat akar rumput. Walaupun ketokohan sosok megawati sudah mulai pudar, akan tetapi regenerasi tokoh yang dilakukan PDI Perjuangan cukup massif lewat gerakan pemuda dan politisi mudanya, semisal Budiman Sujatmiko, Puan Maharani, rieke Dyah Pitaloka dan ganjar Pramono. Tokoh – tokoh muda tersebut saat ini begitu getol dibidang spesialisasi masing – masing. Budiman mantan aktivis 98 ini misalnya, dia begitu concern terhadap perkembangan pedesaan di tanah air. Pun demikian dengan Rieke Oneng, yang terus saja menyuarakan kepentingan Buruh. Analisa kebangkitan PDI ini juga didasari faktor Jokowi Effect yang masih terasa di kalangan akar rumput. Selain itu dukungan massa tradisional dari pedesaan turut menguatkan prediksi bahwa PDI akan menjadi Partai nomor satu di 2014.

Yang kedua adalah Partai Golkar. Partai ini ideologinya jelas, dia membawa isu nasionalis, hampir sama dengan PDI, namun basis massa yang paling kuat adalah di basis massa menengan dan kalangan karya. Partai Golkar meskipun menjadi yang dari sisi tertentu terlihat pragmatis, tetapi partai ini memiliki ideoligisasasi yang kokoh. Selain didukung pendanaan yang kuat, media yang secara simultan terus memberitakan kontribusi Golkar kepada publik, juga basis massa pemuda dan kalangan intelektual yang mulai digarap oleh Partai pohon beringin ini. 3 hal ini disertai kekuatan ideologi nasionalis, Golkar akan menajdi Partai peringkat kedua dalam Pemilu 2014.

Partai yang ketiga adalah PKS. Kenapa saya menempatkan PKS menjadi Partai nomor tiga, tentu ada beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah bahwa PKS ini memiliki ideolgi paling jelas dibanding Partai peserta Pemilu lainnya. Yakni Islamis-Nasionalis. PKS sebagai Partai islam mencoba menempatkan bahwa Islam sebagai solusi bagi semua permasalahan kebangsaan. Disisi lain, untuk menjadikan publik makin simpati dengan Partai ini, PKS mengkondisikan dirinya sebagai Partai nasionalis yang benar – benar berkepentingan untuk pelayanan terhadap rakyat. Jargon peduli yang mereka bawa membawa dampak bagi kinerja – kinerja kerakyatan Partai ini. Selain itu, kekuatan pendukung Partai ini adalah faktor struktural, yakni tidak bergantung pada figur, akan tetapi terus melakukan regenerasi kepemimpinan.

Regenerasi kepemimpinan ini nampak ketika kemarin, contohnya, Luthfi hasan dijadikan tersangka oleh KPK, PKS secara langsung langsung mengumumkan pergantian Presiden Partai, yakni Anis Matta. Walaupun memang, tak bisa dipungkiri bahwa kasus ini memberi dampak bagi Partai, namun, sosok muda Anis Matta ini akan menjadi keunggulan untuk mendongkrak citra Partai menuju cita Partai ini, yakni masuk 3 besar.

itu prediksi saya terkait Partai – partai yang akan menguasai Pemilu 2014. PDI Perjuangan, Golkar, dan PKS. Salah satu analisis saya adalah keran ideologisasi Partai yang continue akan melahirkan regenerasi kepemimpinan, sehingga hal ini akan berdampak kepada banyaknya stock kepemimpinan masa depan, untuk hal ini, ketiga Partai tersebut diatas memiliki keunggulan dari sisi ini. Karena Partai yang hanya mengandalkan figuritas, akan terbuang di 2014.

Yang kedua adalah kepedulian dan pelayanan, serta kedekatan kepada masyarakat, saya kira ketiga partai ini juga memiliki sikap politik yang demikian.

Yang jelas, ini hanya prediksi saya, yang terpenting adalah bagaimana kemudian ketika Parpol ini ingin memenangkan Pemilu, memiliki mental – mental demokrasi yang kokoh. Sudah saatnya bangsa ini menunggu negarawan yang berasal dari rahim demokrasi yang benar, dari rahim idelogisasi dan regenerasi politik yang baik dan terus menerus.

 

Dwi Purnawan - Kompasiana

Silahkan share artikel ini : :

Poskan Komentar

 
Web ini dikembangkan oleh PUSAT MULTIMEDIA
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger